> | > CARA MEMBUAT RANCANGAN DAN ANALISIS DATA

CARA MEMBUAT RANCANGAN DAN ANALISIS DATA

Posted on 2011/03/27 | No Comments

BAB I
PENDAHULUAN
A.Latar Belakang
Dalam sebuah peneilitian yang memerlukan sebuah kebenaran yang validitas tentu harus ada imformasi yang jelas. Imformasi yang jelas juga harus bersamaan dengan data, karena sebuah data dapat membuat sebuah bukti yang konkrit untuk proses yang kita lakukan . Dalam kata lain data adalah sesuatu hal yang dapat menunjang penelitian kita sehingga penelitian itu dapat di pertanggung jawabkan.
Proses pencarian atau pengumpulan data tentulah memerlukan tekknik yang jelas, agar data yang kita peroleh itu benar-benara akurat. Teknik pengumpulan data haurs kita pelajari dan kita kuasai dan di terapkan dalam penelitian pengusaan sebuah teknik yang menentukan hasil yang akan dicapai, dan dalam hali ini juga setelah data terkumpul perlu juga di analisa berulang-ulang supaya nantinya penelitian itu mencapai nilai validitas yang sempurna karena dapat dapat di pertanggung jawabkan
B. Rumusan Masalah
• Bagaimana cara mengumpulkan data ?
• Bagaimana langkah-langkah menganalis data ?
C. Tujuan Penulisan
Untuk memenuhi tugas dari dosen dengan mata kuliah teknik penulisan karya ilmiah
D. Mamfaat Penulisan
• Mengetahui cara mengumpulkan data
• Mengetahui langkah-langkah menganalisis data






BAB II
PEMBAHASAN
A. Mengumpulkan Data
Pengumpulan data primer dilakukan dengan metode observasi, wawancara, dan angket. Sedangkan pengumpulan data sekunder dilakukan melalui studi kepustakaan atau analisis media massa. Berikut ini di uraikan data melalui angket, wawancara, observasi, kepustakaan, tes dan analisis media massa
1. Angket ( kuesioner )
Kuesioner atau angket merupakan alat pengumpulan data yang berupa daftar pertanyaan yang disusun sedemikian rupa untuk di jawab responden, pertanyaan tersebut cukup terperinci dan lengkap.
Menurut cara penyampaiannya kuesioner dapat di bedakan menjadi dua yaitu :
a. Angket langsung adalah angket jika daftar pertanyaan itu dikirim secara langsung kepada responden yang dimintai pendapat tentang dirinya sendiri
b. Angket tidak langsung adalah angket jika daftar pertanyaan itu dikirim kepada seseorang yang di mintai keterangan untuk mengutarakan keadaaan orang lain
2. Wawancara
Wawancara adalah percakapan atau Tanya jawab antara peneliti dan narasumber dengan tujuan untuk memperoleh data, wawancara bisa dilakukan secara berhaapan maupun dengan menggunakan telepon. Wawancara dapat dilakukan secara terstruktur dan tidak terstruktur.
Wawancara terstruktur adalah wawancara yang dilakukan dengan menggunakan daftar pertanyaan yang telah dirumuskan sebelumnya secara tertulis, bahkan kadang-kadang jawabannya pun telah di sediakan.
Sedangkan wawancara yang tidak terstruktur aalah wawancara secara bebas yang tidak berpedoman daftar pertanyaan yang dipersiapkan sebelumnya. Salah satu syarat yang harus dimiliki oelh pewawancara adalah mampu membina hubungan baik dengan responden dan mampu menjelaskan maksud dan tujuan penelitian yang dilakukan.
3. Observasi
Observasi adalah pengumpulan data melalui pengamatan secara langsung kepalangan, tujuan observasi adalah memperoleh berbagai actual dari lapangan tentang topic penelitian, observasi dibedakan menjadi dua jenis yaitu
Observasi partisipasi adalah observasi yang melibatkan peneliti secara langsung dalam kegiatan pengamatan di lapangan, kelemahannya yaitu adanya kecendrungan peniliti terlampau terlimbat dalam situasi itu.
Obersevasi nonpartisipasi adalah observasi yang dalam pelaksanaannya tidak melibatkan peneliti sebagai partisipan, kelemahannya, kehadiran dapat mempengaruhi sikap dan perilaku orang di amati
4. Kepustakaan
Mengumpulan data melalui kepustakaan yaitu kegiatan mengumpulkan data dengan cara menelaah buku-buku kepustakaan , seperti surat kabar, majalah dan dokumentasi lainnya.
Kepustakaan di gunakan dlam keseluruhan penelitian sejak awal hingga sampai akhir penelitian dengan vara memamfaatkan berbagai macam pustaka yang relevan dengan fenomena social yang telah di cermati.
5. Tes
Tes adalah pengumpulan data yang sifatnya mengevaluasi hasil proses ( pre test dan post tes ) , instrumentnya dapat berupa soal-soal ujian atau soal-soal tes
6. Analisis isi media massa
Pengumpulan data melalui isi media massa merupakan bagian dari studi kepustakaan, pengumpulan data melalui analasis isi media massa tidak kalah pentingnya dengan kegiatan pengumpulan data melalui studi kepustakaan. Analisis isi media massa dapat digunakan sebagai sumber data yang ilmiah, apabila jenis media massa, tanggal terbitnya, dan penulis artikelnya di sebutkan dalam karya tulis hasil penelitian
B. Menganalis Data
1. Langkah-langkah analisis data
Setelah data terkumpul dari hasil pengumpulan data, perlu segera di garap oleh staf peneliti, khususnya yang bertugas dalam mengolah data, secara garis besar analisis data meliputi 3 langkah yaitu :
a. Persiapan
b. Tabulasi
c. Penerapan data sesuai dengan pendekatan penelitian
2. Persiapan
Kegiatan dalam langkah ini antara lain :
a. Mengecek nama dan kelengkapan identtitas pengisi
b. Mengecek kelengpan data
c. Mengecek macam isian data
3. Tabulasi
G.E.R. Borroughas mengemukan kalsifiaksi analis data sebagai berikut :
a. Tabulasi data ( the tabulation of the data )
b. Penyimpanan data ( the summarizing of the data )
c. Analisis data untuk tujuan testis hipotesis
d. Analisi data untuk tujuan penarikan kesimpulan
Termasuk dalam kegiatan tabulasi ini adalah antara lain :
a. Memberikan skor ( scoring ) terhadap item-item yang perlu di beri skor
b. Memberikan kode terhadap item-item yang tidak di beri skor adapun contohnya sebagain berikut :
1) Jenis kelamin
• Laki-laki di beri kode 1
• Perempuan di beri kode 0
2) Tingkat pendidikan
• Sekolah dasar di beri kode 1
• Sekolah menengah pertama di beri kode 2
• Sekolah menengah atas di berikan kode 3
• Perguruan tinggi di beri kode 4
3) Banyak penataran yang pernah di ikuti di kelompokkan dan di beri kode atas
• Mengikuti lebih dari 10 kali, di beri kode 1
• Mengikuti antar 1 sampai dengan 9, di bri kode 2
• Tidak pernah mengikuti penataran di beri kode 0
4) Mengubah data, di sesuaikan atau dimodifikasi dengan teknik analsis yang akan di gunakan
5) Memberikankan kofr ( coding ) dalam hubungan dengan pengolahan data jika akan menggunakan computer.
4. Analisis data penelitian deskriptif
Bagi peneliti deskriptif yang menggunakan model-model analisis statistik, pada umumnya justru bingung karena kurang atau belum tahu rumus apa yang akan di gunakan atau bagaimana ara mengolah atau menganalisis data
Apabila datanya telah terkumpul maka lalu klasifikasikan menjadi dua kelompk data, yaitu data kuantitatif adalah data yang berbentuk angka dan kualitatif yang di nyatakan dalam kata-kata atau symbol. Data kualitatif yang bentuknya kata-kata di sisihkan untuk sementara karena akan sangat berguna untuk menyertai dan melengkapi gambaran yang di peroleh dari analisis data kuantitatif,
5. Penelitian komparasi
Menurut Dra. Aswarni sudjud tentang penelitian komparasi adalah penelitian akan dapat menumekan persamaan-persamaan dan perbedaan-perbedaan tentang benda, orang, prosedur kerja, ide, krtik terhadap orang, kelompok, terhadap suatu idea tau prosedur kerja
Untuk mengadakan analisis data , penelitian yang di lakukan yaitu hipotesis dan nonhipotesis
a. Peneliti hipotesis
Ditinjau dari segi analisis data, perbedaan antara peneliti hipotesis dengan non hipotesis terletak pada belum dan telah di rumuskan kesimpulan sementara oleh penelitian
b. Penelitian nonhipotesis
Dalam penelitian non hipotesis mengadalan komparaso status fenomena dengan standarnya
6. Penelitian korelasi
Apabila penelitian komparasi bertujaun untuk mengetahui kesamaan dan perbedaan maka penelitian korelasi bertujuan untuk menemukan untuk menemukan ada tidaknya suatu hubungan . Koefisien korelasi adalah suatu alat statistic, yang dapat di gunakan untuk membandingkan hasil pengukuran dua variabel yang berbeda agar dapat menentukan tingkat hubungan antara variabel ini
Cara menghitung korelasi
Teknik statistik dapat di gunakan anataa dua atau lebih variabel . Koefisien bivaraian adalah statistic yang dapat di gunakan oleh peneliti untuk menerangkan keeratan hubungan antara dua variabel. Metode korelasi multi variant , apabila metode statistic di gunakan oleh peneliti untuk menggambarkan dan menentukan hubungan anatara tiga variabel atau lebih .
a. Korelasi product-moment
b. Korelasi tata jenjang
c. The widespread biserial correlation
d. Point biserial correlation
e. Korelasi tetrachoric
f. Phi coefficient
g. Contingency coefficient
7. Proses anallis data
Dalam penelitian grounded theory besifat sistematis dan mengikuti format standar sebagai berikut :
a. Dalam pengodeaan terbuka ( open coding ), peneliti membentuk kategore awal dari imformasi tentang fenomena yang dikaji dengan pemisahan imformasi menjadi segmen
b. Dalam pengodean ( axial coding ), peneliti merakit data alam cara baru setealah open coding
c. Dalam pengkodean selektif a( selective coding ) , peneliti mengidentifikasi “garis cerita dan menulis cerita yang mengintegrasikan kategori dalam model pengodean poros .
END NOTE
1.Drs.M. Hariwijaya dan Triton P.B.S.Si, M.Si, Pedoman penulisan ilmiah proposal dan skripsi, ORYZA, Jogyakarta
2.Drs.H. Hariwijaya, Op Cit, Hal. 63
3.Prof.Dr. Suharsimi Arikunto, Prosedur penelitian
4.Bambang Dwiloka & Rati Riana, Teknik Menulis Karya Ilmiah, Rieneka Cipta, Jakarta

Leave a Reply

Terimakasih telah memberikan komentar, selamat mejelajahi blog Pendidik Barsel, Kunjungan berharga mohon tinggalkan komentar

Diberdayakan oleh Blogger.