IMAM HAMBALI
Beliau lahir di Baghdad Irak pada bulan Robiul Awwal tahun 164 H/780 M, beliau terkenal ahli dalam hadits, fiqih, dan teologi murid dari Imam Syafi'i. Sewaktu Imam Syafi'i meninggalkan Baghdad beliau berkata: "Saya tidak meninggalkan di Baghdad orang yang lebih alim dan lebih cerdas selain dari Ahmad Ibnu Hambal (nama lengkap Imam Hambali)". Pertama kali beliau belajar pada Imam Syafii dan setelah cukup ilmu dan pengetahuannya lalu beliau berijtihad dan merintis suatu madzhab tersendiri yang kita kenal dangan Madzhab Hambali.
Seperti Imam Imam Madzhab yang terdahulu banyak pula ulama ulama besar yang datang belajar padanya. Beliau terkenal sebagai seorang yang teguh sendirian dan keras mempertahankannya. Waktu itu yang menyebabkan kholifah Al Makmun menyiksa dan menghukumnya yaitu dalam hal perbedaan pendapat tentang Qodim. Menurut al Makmun sebagaimana pendapat Mu'tazilah yaitu: Madzhab resmi yang dianut oleh kerajaan kholifah Al Makmun waktu itu yang berpendapat bahwa Al Quran itu makhluk, seba itu adalah baharu (huduts). Pendapat ini dipaksakan oleh kholifah Al Makmun tetapi tetapi Imam Hambali secara tegas dan konsekuen menolah pendapat tersebut.
Imam Hambali banyak menulis buku buku yang berharga. Nampaknya diantara sekian banyak ilmu pengetahuannya, beliau lebih menonjol dalam Hadits. Beliau menyusun sebuah Musnad yang didalamnya terkumpul Hadits Hadits yang tidak ditemukan oleh ulama lainnya. Kitab Musnad tersebut berisi 40 ribu buah Hadits.
Tampilkan postingan dengan label biografi ulama. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label biografi ulama. Tampilkan semua postingan
2010/02/03
IMAM ASY SYAFI'I
IMAM ASY SYAFI'I
Nama lengkapnya adalah Imam Abu Abdillah bin Muhammad Ibnu Idris Asy Syafi'i. Beliau dilahirkan di Gaza, Palestina pada tahun 150 H atau sekitar tahun 757 M. Beliau punya hubungan silsilah kefamilian dengan Rosululloh SAW, dari keturunan Mutholib Ibnu Abdil Manaf. Imam Syafi'i dilahirkan sebagai orang yatim, sejak kecil tumbuh dan menuntut ilmu di Makkah bersamanya dengan ibunya yang hidup dalam keadaan miskin dan kekurangan. Sejak usia muda Imam Syafi'i telah hafal Al Quran 30 juz, terkenal sebagai orang jenius yang memiliki kecerdasan yang luar biasa. Pernah beliau belajar tentang Hadits pada Imam Maliki yang bernama AL MUWATHTHO' itu terhafal semua.
Terhadap semua pengetahuan yang berhubungan dengan Al Quran, Sunnah, ucapan ucapan para sahabat Nabi serta pendapat pendapat yang berlawanan dari pada para ahli dan sebagainya, diaduknya dengan sempurna dengan pengetahuannya yang mendalam tentang bahasa Arab baik dalam lughotnya, nahfu shorofnya serta syairnya. Imam Ahmad Ibnu Hambali dengan segenap kejujurannya mengungkapkan bahwa "Imam Syafi'i bagi umat ini ibarat matahari bagi bumi dan laksana kesehatan bagi tubuh, siapa yang akan dapat menggantikannya?". Di forum forum diskusi beliau termasuk seorang yang ulet dengan argumentasi argumentasinya yang sulit dipatahkan.
Imam Syafi'i termasuk orang yang beruntung hidupnya dalam bidang ilmiah. Beliau muncul setelah tersusunnya kodifikasi Syari'ah menurut sistem sistem yang teratur dalam bentuk yang rapi. Dengan demikian beliau mudah mempelajari buah buah pikiran dari ulama ulama terdahulu dan belajar langsung dari mahaguru mahaguru terkemuka. Karena itu beliau akhirnya dapat mencapai suatu prestasi yang tinggi dalam bidang ilmiah, beliau mampu merumuskan suatu metode yang mempersatukan Al Quran, Sunnah, Ijma' dan Qiyas. Berada dengan Imam Abu Hanifah sebagai seorang ahli metode berfikir dan lebih menyetujui suatu metode spekulasi yang hipotesis, maka Imam Syafi'i tidak menyetujui metode itu, namun demikian beliau yang luas pandangan, ilmu dan pengalaman, beliau juga menguasai fiqih. Sarjana sarjana dan ulama ulama Hijaz dan fiqih sarjana sarjana Irak. Sebab itu ketika Imam Syafi'i muncul di Baghdad maka ajaran ajarannya mendapat pengikut.
Imam Syafi'i mempunyai dua Qoul (pendapat). Pertama beliau bermukim di Baghdad namanya Qoul Qodim (pendapat terdahulu). Kedua ketika beliau tinggal di Mesir namanya Qoul Jadid (pendapat baru). Tak terhitung banyaknya ulama yang datang belajar kepada beliau. Selama hayatnya beliau telah menulis sejumlah 113 kitab kitab tentang tafsir fiqih sastra dan lain lainnya. Antara lain kitab "Al Um". Para pengikut madzab Imam Syafi'i banyak tersebar di Indonesia, Hadromaut, Yaman, Malaysia, Libanon, mesir. Imam Syafi'i wafat pada bulan Rojab tahun 204 H atau sekitar tahun 820 M.
Nama lengkapnya adalah Imam Abu Abdillah bin Muhammad Ibnu Idris Asy Syafi'i. Beliau dilahirkan di Gaza, Palestina pada tahun 150 H atau sekitar tahun 757 M. Beliau punya hubungan silsilah kefamilian dengan Rosululloh SAW, dari keturunan Mutholib Ibnu Abdil Manaf. Imam Syafi'i dilahirkan sebagai orang yatim, sejak kecil tumbuh dan menuntut ilmu di Makkah bersamanya dengan ibunya yang hidup dalam keadaan miskin dan kekurangan. Sejak usia muda Imam Syafi'i telah hafal Al Quran 30 juz, terkenal sebagai orang jenius yang memiliki kecerdasan yang luar biasa. Pernah beliau belajar tentang Hadits pada Imam Maliki yang bernama AL MUWATHTHO' itu terhafal semua.
Terhadap semua pengetahuan yang berhubungan dengan Al Quran, Sunnah, ucapan ucapan para sahabat Nabi serta pendapat pendapat yang berlawanan dari pada para ahli dan sebagainya, diaduknya dengan sempurna dengan pengetahuannya yang mendalam tentang bahasa Arab baik dalam lughotnya, nahfu shorofnya serta syairnya. Imam Ahmad Ibnu Hambali dengan segenap kejujurannya mengungkapkan bahwa "Imam Syafi'i bagi umat ini ibarat matahari bagi bumi dan laksana kesehatan bagi tubuh, siapa yang akan dapat menggantikannya?". Di forum forum diskusi beliau termasuk seorang yang ulet dengan argumentasi argumentasinya yang sulit dipatahkan.
Imam Syafi'i termasuk orang yang beruntung hidupnya dalam bidang ilmiah. Beliau muncul setelah tersusunnya kodifikasi Syari'ah menurut sistem sistem yang teratur dalam bentuk yang rapi. Dengan demikian beliau mudah mempelajari buah buah pikiran dari ulama ulama terdahulu dan belajar langsung dari mahaguru mahaguru terkemuka. Karena itu beliau akhirnya dapat mencapai suatu prestasi yang tinggi dalam bidang ilmiah, beliau mampu merumuskan suatu metode yang mempersatukan Al Quran, Sunnah, Ijma' dan Qiyas. Berada dengan Imam Abu Hanifah sebagai seorang ahli metode berfikir dan lebih menyetujui suatu metode spekulasi yang hipotesis, maka Imam Syafi'i tidak menyetujui metode itu, namun demikian beliau yang luas pandangan, ilmu dan pengalaman, beliau juga menguasai fiqih. Sarjana sarjana dan ulama ulama Hijaz dan fiqih sarjana sarjana Irak. Sebab itu ketika Imam Syafi'i muncul di Baghdad maka ajaran ajarannya mendapat pengikut.
Imam Syafi'i mempunyai dua Qoul (pendapat). Pertama beliau bermukim di Baghdad namanya Qoul Qodim (pendapat terdahulu). Kedua ketika beliau tinggal di Mesir namanya Qoul Jadid (pendapat baru). Tak terhitung banyaknya ulama yang datang belajar kepada beliau. Selama hayatnya beliau telah menulis sejumlah 113 kitab kitab tentang tafsir fiqih sastra dan lain lainnya. Antara lain kitab "Al Um". Para pengikut madzab Imam Syafi'i banyak tersebar di Indonesia, Hadromaut, Yaman, Malaysia, Libanon, mesir. Imam Syafi'i wafat pada bulan Rojab tahun 204 H atau sekitar tahun 820 M.
By:
sarmani
On 2:20 PM
Langganan:
Postingan (Atom)
